Home » Featured, Karya

Nasihat Dua Orang Mabuk

5 November 2009 614 views 3 Comments

nasehatTak mengira bahwa dini hari itu aku akan mendapatkan nasihat dari dua orang yang sedang mabuk. Waktu itu tepatnya sekitar pukul setengah tiga pagi, aku menemani kawanku mencari makan. Pasalnya sejak pagi ia belum makan, maka aku beserta kawanku berusaha mencari warung makan yang masih buka pada waktu itu. Alhamdulillah, akhirnya kami mendapatkan apa yang kami cari. Sebuah warung burjo “Ekasari”. Kami pun mendekati warung burjo itu. Sepeda motorku kuparkir tepat di sebelah timur warung burjo. Kami pun masuk warung burjo itu. Lantas aku memesan semangkuk burjo dan kawanku pun memesan semangkuk indomie goreng telur dan sepiring nasi.

Berhubung burjo pesananku lebih dulu tersaji, maka segera kuambil sendok dan kunikmati bubur kacang hijau (tanpa ketan hitam) yang ada di hadapanku. Tak berapa lama kemudian, muncul dua orang berboncengan dengan sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau. Setelah memarkirkan motor di samping pintu warung, lantas mereka pun masuk warung burjo. Kuperhatikan mereka. Mereka berjalan agak sempoyongan masuk warung, mencari-cari kursi tempat duduk, dan akhirnya duduklah mereka di kursi kayu panjang khas warung burjo. Sesaat setelah mereka berdua masuk warung, kucium aroma alkohol yang berasal dari kedua orang itu. Sepertinya mereka mabuk, pikirku. Dua orang itu badannya kekar, yang satu memakai jaket kulit warna hitam, yang satu lagi berkacamata.

Mereka berdua pun memesan minuman, “es jeruk dan es anu…” katanya.

Ternyata es anu yg dimaksud adalah air es yang dicampur dengan serbuk minuman ‘Vipro-G’. Dari cara mereka bertutur ketika memesan minuman, aku pun semakin yakin bahwa mereka berdua sedang mabuk. Aku tak berani menatap mereka berdua agar tak terjadi salah paham. Nanti dikiranya saya nantangin gitu…. Aku hanya terus menikmati santapan burjo (tanpa ketan hitam) di hadapanku sambil sesekali melongok ke arah TV yang ditaruh di sebelah kiri atas tempatku duduk. Waktu itu sedang ada berita soal kriminalisasi KPK.

Si pria berjaket kulit mengajak ngobrol temannya yang berkacamata itu. Entah, apa yang mereka obrolkan, tapi sepertinya membahas apa yang terjadi sebelum mereka sampai di warung itu. Sampai kemudian si pria berjaket hitam berkata,

“Online yok…” (dengan intonasi yang agak ngelantur khas orang mabuk).

Lalu ia buka ritsleting jaket kulitnya, ia keluarkan sebotol minuman keras Vodka dari balik jaketnya. Ia letakkan botol itu di bawah helm yang ia taruh di meja. Semakin yakin bahwa dua orang ini sedang mabuk, terbukti si pria berjaket kulit itu mengeluarkan sebotol Vodka.
Setelah itu si pria berjaket kulit mengeluarkan handphone-nya, lalu online-lah ia… Buka fesbuk kali ya, pikirku. Kulirik ia memelototi sedang handphone yang ada di tangannya. Tiba-tiba si pria berjaket kulit berkomentar,

“Mualaf itu kok ketakwaannya melebihi orang muslim ya? Kenapa ya? Orang yang dulunya non Islam trus masuk Islam kok ibadahnya lebih bagus daripada orang muslim ya?”

Lalu temannya yang berkacamata menjawab, “Lha embuh, ra ngerti aku” (Entahlah, ga tau aku).
Si pria berjaket kulit menambahkan, “Nyatanya wong muslim ki akeh sing ra do subuhan. Tapi wong mualaf kiy entuk opo-opo we bersyukur.” (Kenyataannya orang muslim itu banyak yang tidak melaksanakan shalat subuh. Tetapi mualaf itu kalo dapat apa-apa bersyukur.)

Pria berkacamata menimpalinya, “Endi to sing to omongke ki?” (Mana sih yang kau bicarakan itu?)

Pria berjaket kulit pun menyahut, “Iki lho…” (Ini, lho…) sambil menunjuk layar handphone-nya…

Subhanallah, saya merasa tersindir dengan obrolan dua orang yang sedang mabuk tadi. Apa benar kata-kata tadi keluar dari pikiran mereka. Atau jangan-jangan Allah ingin menasehatiku melalui kedua orang yang sedang mabuk itu. T.T

Masya Allah… Astaghfirullah… Subhanallah… Terima kasih ya Allah, Engkau telah mengingatkan hamba agar lebih tekun menjalankan shalat, dan lebih meningkatkan ketakwaan hamba pada-Mu…

Maguwo, 4 November 2009 pukul 03:22 WIB

by: Zen Muhammad Alfaruq

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

3 Comments »

  • Agus said:

    pembukaan awalnya kurang hidup, mungkin bisa dikurangi kata2 yang sering digunakan dengan kata ganti

  • Indra said:

    saya sebagai orang yang sedikit ilmu dan ingin mencari ilmu..

    say : saya belum bisa buat tulisan bagus seperti itu.
    izin menyimak dan memperhatikan kritik dan saran.

    barakallahu fik.

  • muharifwirawan said:

    yang datang dari hati lebih baik dari yang datang dari logika. lanjut-gan

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Spam protection by WP Captcha-Free